Namun aku tetap termangu di sudut dapur. Pernah tidak kamu membayangkan jika suatu saat ada anak majikan mencintai pembantu rumahtangga-nya sendiri?”“Ah.. Bokep nggak tahu deh, Mas.”Kata-katanya itu yang hingga saat ini membuatku selalu gelisah. Entah kenapa tiba-tiba Mas Iky memandangiku dengan lembut. Mas Iky ini ada-ada saja. Mobil Mas Iky memasuki garasi. Saat asik melihat kuli lain yang sedang main kartu datang beberapa perempuan yang biasa mangkal disitu dan melayani birahi para kuli dengan bayaran yang memang “murah”, untuk ukuran orang gedean. Apalagi Mas Iky selama ini hanya berucap: “Aku mencintaimu, Sienny.” Seribu juta kalipun kata itu terlontar dari mulut Mas Iky, tidak akan berarti apa-apa jika Mas Iky tetap diam tak berterus terang dengan keluarganya atas apa yang telah terjadi dengan kami berdua.Akhirnya terjadilah apa yang selama ini kutakutkan, bahwa aku mulai sering




















