Dan sesaat kemudian, ia sudah duduk diatas pangkuanku. Lalu menjalar ke leherku. Bokep “Ngapain kok kasar?”Seperti disiram air sedingin es, Fung tersadar. Aku ingin tahu lebih banyak mengenai dunia ini. Aku berusaha menarik diriku menjauh sekaligus mendorongnya sekuat tenaga pada saat yang bersamaan. Aku ingin tahu lebih banyak mengenai dunia ini. Selama perjalanan pulang dia tidak berbicara sepatah katapun.Demikian juga dengan diriku. Begitu membingungkan. Dan pada beberapa kesempatan itu, hanya beberapa kali saja Fung bereaksi seperti ini.Apa yang sebenarnya salah denganku? Lidah kami bertemu, saling bertaut. Bibir kami saling menjepit dan mengulum. Well, namun semua hal tidak sesederhana itu saja, kan?Dia membawaku dan mengenalkanku kepada beberapa teman-temannya. Dia tinggi, tampan dan putih, tubuhnya berisi dikarenakan teratur mengunjungi sebuah gym di kota ini, mengendarai sebuah mobil-sebetulnya aku tidak mengharapkan hal ini, dan berpenampilan sangat perlente.




















