Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku. Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku.Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Video bokep Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Tomo sangatlah baik padaku. Tomo mulai meremas-remas payudaraku yang belum tumbuh seutuhnya.“Ahh..”Aku mulai menikmati getaran aneh pada diriku.“Panas..badanku terasa panas..Tomo..” pikirku dalam hati.Tomo melanjutkan ciumannya ke leher dan menggigitnya sedikit, remasan tangannya di payudaraku makin kuat.“Ahh..!!” nafasku makin memburu.Tiba-tiba Tomo berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius.“Hmm..kamu menyukainya bukan? Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku.“Ada apa Torian? Kamu tidak harus memanggil aku ‘ayah’ atau sebutan lainnya, panggil saja aku Tomo.”Sambil mengalihkan pandangannya ke temannya, dia melanjutkan,”Nah.., ini adalah temanku, namanya Tomi.”Akupun menyunggingkan senyuman ke arah Tomi yang membalasku dengan senyuman hangat.Aku sama sekali tidak percaya




















