Percintaanku dan Udiyani berlangsung kembali setelah acara makan malam di cafe yang malam itu pengunjungnya cukup ramai.Selama makan malam berlangsung aku memilih meja yang meghadap langsung ke panggung dan ada di deretan tengah agak di ujung. Bokep Sesaat aku mengecup kembali bibirnya yang menantang dengan sorot matanya yang pasrah. Siapa takut..” tantangnya kemudian.Dengan berlari kecil aku mengejar Udiyani yang sudah sampai di depan kamar mandi. Sengaja aku memilih Hotel yang ada fasilitasnya seperti itu, karena aku juga pemain musik di cafe yang posisiku di band pemegang rythm sekaligus vokal.Setelah urusan dengan resepsionist selesai, aku mengajak Udiyani berjalan ke arah kamar. Ketika ada keheningan sesaat diantara obrolan kita, tak pernah aku melewatkan untuk mengecup bibir Udiyani yang ranum tanpa terpoles lisptick.“Ohh.. Tiba-tiba gerakan tangan Udiyani begitu cepat merengkuh belakang kepalaku dan menariknya untuk lebih dalam
















