Hanya sebuah nama, yang dimiliki berjuta-juta orang. Bokep Kalau sampai ia turun sebelumnya, aku tak yakin akan menjumpainya lagi di lain kesempatan. Geliat dan keringat yang bercampur. “Shit,” bisikku, membuka mata, menundukkan tubuhku, lalu menciumi buah dadanya. Aku mengambil tempat satu sekat kursi dari tempat ia duduk. Setidaknya cukup untuk menghabiskan sore sambil membaca novel.”
Ia bangkit berdiri dan melangkah menghampiri stereo-set di celah rak buku. Jangan berhenti. “The hell,” desisku. Mungkin aku sedang bermimpi, saat kudengar ia bersenandung seolah menidurkanku. “Aku suka,” bisiknya sekali lagi. “Aku..ah… maafkan,” bisikku setelah sadar bahwa aku terlalu cepat baginya. Ia tersenyum memandangku. Ia tersenyum menatapku, lalu jemarinya bergerak menuju kancing-kancing bajunya.



















