Sekitar pukul delapan malam. Bokep Nyonya Hana tertawa puas melihat tubuh bugilku menggeliat menahan sakit yang amat sangat. Sampai di batas pepohonan yang menutupiku dengan jalan raya kecil itu, aku mulai ragu. Kedua tanganku terikat ke atas dan kakiku pun sedikit terangkat ke atas, sehingga aku hanya dapat bertumpu pada ujung jari-jari kaki.Nyonya Hana lalu mengambil cambuk dan mencambuk tubuhku sekitar 30 cambukan keras. Sekian banyak tetes lilin mengalir deras di daerah pantatku. Untuk berjalan melalui hutan, aku tidak berani mengambil resiko. Imbalanku adalah kesenanganku.Aku akan bercerita sebagian pengalamanku selama jadi budak Nyonya Hana. Satu tetesan pertama mendarat tepat di atas putingku yang terjepit oleh jepitan buaya. Dia baru berhenti setelah kami tidak terlihat dari arah jalan raya karena terlindung pepohonan.Nyonya Hana lalu menyuruhku turun.




















