Ada bom meledak juga tetap ngorok, sahut kakek sebelum aku sempat menjawab.Aku cuma tertawa menanggapinya. Bokep Saat itu aku masih belum mengerti apa maksudnya. Sedangkan kakek dan mbak Darsih tetap di kamar depan, bersama anak-anaknya yang masihkecil. Dia sudah menganggapku seperti anaknya sendiri. Saat itu aku kelas tiga SD. Mbak Darsih memberiku kamar belakang yang dulu ditempati oleh ibu. Adikku saat itu masih kelas lima SD. katanya. Dia membawa serta dua orang anaknya yang masih kecil-kecil. Tak jarang dia mencucikan pakaian milikku saat ibuku terlalu sibuk bekerja. Saat itulah, untuk pertama kalinya aku mengalami mimpi basah, itu sebenarnya membuatku sangat heran dan bingung. Aku sempat sedih juga karena kehilangan tempat main dan panutan kalau lagi ada masalah di sekolah.




















