Gembira hatiku melihat hasil rekapku, kuperiksa lagi dan semua tepat, tidak ada kesalahan lagi kurasa.Hanya saja hari sudah merambat ke malam, jam dinding menunjukkan pukul 20.14, langit telah gelap di luar sana, penerangan di kantor pun sudah dikurangi. Bokep Setelah itu, dibantunya aku berdiri, ditatapnya lekat-lekat wajahku yang sudah bersemu merah dan ngos-ngosan, jarinya menyeka lelehan sperma di pinggir bibirku lalu memasukkan jari itu ke mulut.Kukulum jari itu dengan tatapan nakal ke arahnya. Masih banyak?” tanya Pak Hendro yang keluar bersamanya
“Ehh…Iya, udah ga terlalu banyak makanya nanggung nih, biar cepet beres juga jadi lega” aku tergagap menjawab mereka.Ada rasa khawatir kalau-kalau mereka tahu aku barusan mengintip mereka.“Oke deh, kalau gitu kita pulang duluan ya Dev… sampe besok ya!” sahut Eva
“Iya, good luck ya…ati-ati di jalan nanti, udah malam” timpal Pak HendroAku tersenyum dan mengangguk,




















