Apa kata Asih? Tangan ibu jatuh ke bawah mencoba mencegah aksiku lebih lanjut, namun munkin karena panik membuat payudaranya tersingkap, dan tak membuang waktu masih dengan handuk basah di tangan, ku usap-usap perhiasan alami kaum wanita itu,“Den..” seru ibu dengan suara nyaris berbisik…”ssshhh, tenang Bu” desisku menenangkan ibu yang kini nafasnya mulai tersendat-sendat. Bokep ini bu, buat belanja besok”, ujarku seraya menyerahkan 3 lembar uang 10 ribuan. Bagaimanapun aku harus mencari nafkah, dari situlah aku bisa membeli susu untuk anakku dan kebutuhan sehari-hari yang biasanya kuserahkan pada ibu mertua.Malam menjelang pukul sembilan aku baru pulang. Kulihat kulitnya bulu-bulu kuduknya keluar. “Ma’afkan saya bu…saya khilaf, saya lelaki normal bu, berpisah setahun dari Asih itu sangat berat buat saya bu..tapi mau bagaimana lagi? “Makasih…ibu udah mendingan kok, Deni makan dulu sana, ibu hanya beli makanan jadi




















