Toni yg melihat gadis itu menatap penisnya, mulai meraih kembali tangan gadis itu. Novi melirik jam di ujung kanan tampilan monitornya, sudah jam 3 dini hari.Novi mulai merasakan kantuk menyerangnya, matanya mulai berat, tapi mengingat kewajibannya, dia tetap berusaha untuk menahan rasa kantuk itu. Bokep setengah jam berlalu dalam keheningan, dan listrik belum juga menyala. Mereka diam, tak ada hal yang bisa dibahas sebagai bahan pembicaraan. Novi sedikit histeris ketika vaginanya disentuh oleh jemari toni, tapi suaranya jelas tak kan terdengar oleh siapa2, selain di luar sedang hujan, tak ada bangunan yg ada di dekat warnet itu, satu2nya bangunan terdekat adalah rumah Anto, tempat Novi menumpang, itu pun jaraknya lumayan jauh.




















