Tapi sengaja aku membuat diriku seolah-olah seorang yang sedang dalam trauma psikis yang hebat. Ia selalu sengaja memakai baju-baju kerja yang menonjolkan keindahan tubuhnya. Bokep Yang jelas semenit kemudian ia telah kembali dan berusaha merangkulku. Entah bagaimana ceritanya, kami ‘jadian’ lagi. Sambil dia maju-mundur, penisku seperti diremas-remas, dikocok-kocok, dipelintir-pelintir.Sepuluh menit kami berada dalam posisi seperti itu. Hampir setengah botol kutenggak black label dari si Oghe. Pernah dengan setianya menemaniku beberapa tahun. Buat mereka life style seperti ini murah bukan main. “Ok Ricky, Biar bagaimanapun.. Dulu waktu kami masih pacaran hampir selusin kali kami bubar dan balik lagi. Aku masih jauh dari garis alkoholik. Bisa berkepanjangan kalau aku bicara dengannya. “Silahkan duduk Den.”
Aku duduk di ruang tamu. Malam itu begitu indah. Sangat berbeda dengan ketika kukenal ia 2 tahun yang lalu.




















