Kami berpindah ke sofa di pojok ruangan, menghindari pandangan langsung dari pintu kamar mandi, paling tidak sebagai persiapan kalau istrinya sewaktu waktu keluar. Bokep Aku jamin deh pasti temanku mau” ajaknya saat kami makan siang. Setengah jam kemudian, kami bertiga sudah duduk di coffea shop, sambil makan siang Pak Jacky menceritakan tentang diriku semasa sekolah dulu, tentu saja dengan bualannya sendiri, termasuk menyebut nama guru guru yang tidak kutahu namanya, aku hanya tersenyum dan salut akan kebohongannya. “mbak mau naik atau nunggu di lobby ?” sambung Lita, tentu saja dia tidak tahu kalau aku lagi di kamar yang semalam kupakai memacu nafsu dengan suaminya. Tangan Pak Jacky begitu rajin menjamah di dada, aku hanya berharap supaya pakaianku tidak kusut di bagian itu. Sebelum aku sempat berbuat apa apa, tangannya sudah menyusup di balik kaos



















