Perjalanan menuju puncak gunung, mulai dari kumpul di sekolah hingga tiba di kaki gunung di pos penjagaan I kami lalui dengan riang gembira dan mulus-mulus saja. ‘Ms. Bokep basah semua, tolong pakein aku jeketmu dong?” pinta Anisa. Saking lelahnya, rombongan mulai berkelompok dua-dua. Shirt nya, BH nya, wah aku melihat seluruh tubuh Anisa. Tak ada sahutan sedikitpun, yang terdengar hanya raungan monyet-monyet liar, suara burung, bahkan sesekali auman harimau. Aneh bin ajaib, Anisa tampak sudah berkurang merasakan kedinginan malam itu, seperti aku juga. Pada jam 12 tengah malam, bulan nampak bersinar terang benderang. Kami ngobrol ngalor-ngidul, soal kondom, soal sekolah, soal nasib guru, dsb. Veggy’nya dari ‘Mr. Sebab seluruh baju yang kami bawa basah kuyup oleh hujan. Penny’ku masuk kedalam ‘Ms. Kami tak peduli lagi dengan dinginnya malam, gatalnya semak-semak. Akhirnya kami terus berjalan




















