Di lumatnya bibirku dengan ganasnya, apa boleh buat, aku pun memberikan respon serupa. Bokep Kami saling berpagut dengan sesekali mempermainkan lidah. Konser pun berakhir, dan saatnya kami untuk pulang. Seperti halnya Ibu Diva menceritakan padaku tentang bagaimana menjemukannya kehidupan rumah tangganya. Sejenak Ibu Diva terdiam, memandangku, mempererat pelukannya dan seakan enggan melepaskannya.“Bu, eh..Mbak, udah dong, malu ntar dilihat orang” KatakuDia pun melepaskan pelukannya, dan kami menuju ke mobil dengan keadaan Ibu Diva sedikit pincang kaki nya. Tak berapa lama kemudian dia bangkit sambil ikut memijiti kakinya sendiri. Rumah dalam keadaan sepi, penghuninya sudah tidur semua kurasa, dan aku pun duduk di sofa sambil sejenak melepaskan lelah. Ketika waktu telah menunjukkan saatnya, kami keluar dari resto tersebut disambut dengan gerimis, berlari-lari menuju mobil untuk meluncur ke cafe yang dimaksud. Wanita 35 tahun yang bekerja sebagai




















