Maklumlah aku adalah perantau yang hidup nomadenDiantara gadis-gadis di sekolah tempatku bekerja, ada salah seorang yang paling menonjol. Bokep Akupun kembali merebahkan tubuhku dan mengatur nafasku.Sementara itu hujan diluar mulai reda, namun angin dingin terus berhembus masuk kedalam massal tempat pembantaian Ratri ini. Ternyata Dol dengan langkah agak gontai dia menutup pintu massal yang mulai gelap ini.“OK sip, gue udah beresin nih anak, tinggal kita pake aja” ujarku kepada Dol sambil tersenyum.Kebetulan malam ini Pak Marijan sang penjaga sekolah beserta keluarganya yang tinggal di dalam lingkungan sekolah ini yaitu sedang pulang kampung, baru besok lusa mereka kembali ke sekolah ini.




















