Setelah basa-basi, kami janjian bertemu di Sony Tower Yodoyabashi pada hari Jum’at. Bokep Kalau ada yang protes, cukup bilang, “Yurushite, chotto yopparai desu”. Sementara itu si Jendral masih melongok keluar boxer shorts dan risluiting saya, sekalian dikeringkan oleh tangan Kiko yang cekatan. Sesampainya di bar, langsung saja saya minta yang paling istimewa. Makiko! Murah tetapi seru. Terus terang ini saat pertama kali saya masuk underground ‘Kurapu’. Ternyata angin Typhoon itu panas, tidak dingin (tetapi bukan karena Balpirik). Saya mengangguk saja. Paha kami saling mengapit sambil bergoyang funk (itu lho musik negro 70-an). Itu dia, dari kejauhan nampak seorang gadis berambut merah api mengenakan jas ketat putih dan span putih pendek. Sampailah kami pada sebuah tangga ke bawah tanah yang dari luar terlihat seperti basement apartemen biasa, eh.. Kiko tampaknya senang, saya sudah menyelamatkan dia.




















