Aku bangkit. Bokep Hah ! bisa aja”“Bener Dok” timpal Tuti, yang bertugas mengurus administrasi praktekku.Oh ya, sehari-hari aku dibantu oleh kedua wanita itu. dan menjulang.Sejenak aku menenangkan diri. Sudah jelas kok ditanyakan.“Indah .” Lagi-lagi aku lepas control.“Ah . Gimana tidak. Ibu ini menderita radang tenggorokan.“Maaf Bu ya ..” kataku sambil mulai memencet-mencet dan mengetok perutnya. Sarari… Periksa payudara sendiri” kataku.“Tapi saya kan engga yakin, benjolan yang kaya apa ..”Apakah ini berarti aku harus memeriksa payudaranya ? Kalau yang ini tanganku merasakannya langsung.Jelas juga, gejalanya khas disentri. Syeni rupanya tahu kebingunganku. Sjeni memang ibu muda yang belum punya anak.“Maaaasss ..




















