Pikiranku mulai panik, sementara di pojok ruangan, Rosa sudah tampak mulai resah melihat keadaanku.Tapi naas. ujarku sambil mengajaknya pulang.Kami berdua berjalan melewati ruangan billiard. Bokep tambah temannya sambil melambaikan tangannya ke arahku.Aku tertegun sejenak sambil menatap bengong ke arah mereka. Kalau kamu bersedia nanti saya kasih tambahan uang, lagipula nggak enak menolak tamutamu bos.. Rupanya mereka sedang berjudi, dan mereka mengajakku untuk bergabung. Bajingan..! Buka..! Pikiranku mulai panik, sementara di pojok ruangan, Rosa sudah tampak mulai resah melihat keadaanku.Tapi naas. Siapa tahu menang.., pikirku.Taruhannya apa? tanyaku kepada mereka.Tenang aja, kamu hanya lepas baju aja kok! Nggak mau..! Kami janji nggak akan berbuat macam macam..! jerit Rosa makin keras sambil menendang-nendangkan kedua belah kakinya saat mereka mulai menggeraygi tubuh bagian bawahnya dengan buas.Hentikann..!




















