Kurasakan jemariku menempel di dadanya. Kuciumi ujung buah dadanya yang telanjang di depanku. Bokep “Suasana yang tak menyenangkan, kurasa,” ucapnya. Wajahku memanas lagi. “Thanks,” katanya sambil tersenyum. “Kamu begitu kikuk. Kupejamkan mataku. Justeru bulu kudukku meremang. Semua yang sudah kulalui. Setelah itu ia berpaling menatap ke luar jendela samping. Berantakan. Jalanan tampak lengang. Canda dan tawa kami teruskan di sana. “Berdiri,” ia berbisik di telingaku. Yang ada hanyalah gambaran sebuah kebekuan. Bibirnya mengeluarkan suara erangan. Paul Anka? Lalu ia menarik sebelah kantung matanya dengan jemari telunjuk, sambil mengeluarkan lidah. “Hey, geli. Alunan instrumen membuatku terlena beberapa saat kemudian.“Kamu terangsang,” ia berbisik tiba-tiba. Sebentar. Kulihat ia masih berdiri menghadapku dengan senyum di depan stereo set. Ia melepaskan bibirnya dan menggeleng, saat aku bergerak hendak memeluknya.




















