Segenarnya sih nggak juga.. Tapi aku telah menentukan pilihanku. Bokep Matanya tampak setengah melotot dan berulang kali jakunnya naik turun menelan ludah ketika sepasang betis yang indah mulus terekspose di depan matanya. Pikiranku kembali terbayang pada kejadian paling menghebohkan yang kualami hari ini. Dia pasti merasa kalau aku memandangnya dengan tatapan yang tidak pantas. Tanpa di suruh dia langsung mengangkat kaki kiriku dan mulai menciumi betis-ku. “Berarti kamu juga sudah sering nyelinap masuk kesini buat ngintip mereka” kataku dengan dengan nada suara agak mengintimidasi satpam itu. “Ehm.. Nada suaranya terdengar mulai rileks dan lebih enteng. “Manto duduk sini aku mau bicara denganmu,” suaraku penuh penekanan dengan nada memerintah. Sekarang tinggal menunjukan padanya secara eksplisit.“Kenapa.. Tinggal masalah kendali bagiku karena siapa yang mengendalikan dialah yang mendominasi.




















