“Loh tok, kena apa kok mringis-mringis gitu?” Tanya bulik Tin melihat aku ngibrit ke kamar sambil menahan sakit di selangkanganku. “Kok ketawa?”
“Abis lucu sih mas. Video bokep Matanya meredup. “Sin..” Aku bingung mau berkata apa. Sikasi kokoro to karada to tamasii ga hitotu desu. Dengan menahan nafas, tanganku meraih tepian karet celana dalam Bulik, dengan sangat perlahan dan hati-hati, kutarik celana dalam itu ke arah bawah. Dengan sekali sentak, celana dalamnya sudah melorot kebawah. Aku tidak perlu kuatir kekurangan uang saku, karena setiap bulan bapak mengirimkan uang lebih dari cukup untuk hidup sebulan. Bayangan wajah dan tubuh artis BF yang mirip Bulik bergantian dengan tubuh mulus Bulik Tin terus berkelebat di otakku.




















