Dodi sudah mulai keluar rumah mencari pekerjaan. “Aku sudah tak tahan, sayang…” bisiknya.“Bagaimana, kan masih belum kering?” kataku.Akhirnya kami sepakat, kami harus pindah kamar ke kamarnya. Bokep Dia berkata, sebaiknya aku tidak hamil lagi dan tidak melahirkan lagi, karena usiaku sudah menua. Kulihat wajah Dodi tertunduk lesu.“Kalau saja…”“Ya sudah. Aku limbung. Dodi tidur di sisiku malam itu, Kami berpelukan dan saling membelai. Kami saling merespons. Ia mencium kembali bibirku dan mengelus rambutku.“Jangan, Dod… mama risih,” kataku. Setelah Dodi melap vaginaku dan penisnya, dia mengecup bibirku dengan lembut.“Aku mencintaimu, Ma… Aku mencintaimu!” Aku tak bisa menjawab apa-apa. Aku mengatakan, kemana aku harus menggugurkan kandunganku? Aku meraih tengkuknya dan mencium pipinya dengan kasih sayang, agar dia tetap semangat.




